Minggu, 30 Oktober 2016

Sehari Tanpa Gadget

Gawai atau yang sering kita sebut gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Baik itu telepon genggam atau handphone, tablet, bahkan laptop juga disebut gadget. Tentu gadget tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari, apalagi handphone. Di zaman teknologi yang semakin canggih ini, orang berlomba-lomba membeli dan menggunakan gadget terbaru. Jika handphone sudah lemot dan lama untuk digunakan, mereka akan membeli yang baru.
Penggunaan handphone yang terus menerus jadi salah satu penyebabnya, membuka dan mengakses berbagai aplikasi dapat menghambat daya kerja gadget tersebut. Nah, jika gadget kamu saja lelah bagaimana dengan kamu yang menggunakannya setiap saat? Bahkan jika handphonemu tertinggal di rumah, pasti kamu akan rela untuk kembali lagi untuk mengambilnyakan? Jika sehari saja tanpa handphone pasti kamu ngerasa dunia terasa hampa.
Sebenarnya handphonemu bukan segalanya, ingatkah dulu ketika handphone bukan benda penting seperti sekarang ini? Kita masih bisa loh meluangkan waktu untuk hal yang seru dan bermanfaat seperti ini.
1.       Bermain dengan teman
Sayangnya anak-anak di zaman modern kini sudah sangat mengenal gadget, mereka bisa lebih hebat menggunakan handphone dibanding orang tua mereka. Padahal permainan tradisional pada zaman dulu tidak kalah asik, selain lebih banyak beraktifitas menggunakan tubuh, anak-anak dulu juga dapat langsung berinteraksi pada temannya.
Tidak hanya anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa bermain asik tanpa menggunakan gadget mereka bersama teman-temannya, ingat permainan congklak dan karambol? Pasti mereka rindu akan permainan ini.

2.      Ajak bicara orang terdekat
Jangan hanya tanyakan kabar teman lamamu yang jauh di komplek seberang, atau bahkan kerabatmu yang ada di negara orang. Tetapi di sampingmu juga ada keluarga dan kerabat yang sudah lama tak kau tanyakan kabarnya. Setiap hari bertatap muka tetapi sibuk dengan benda mungil yang selalu dibawa kemana-mana. Sibuk curhat sana sini dengan berbagai teman di media sosial, hingga lupa ada orangtua dan sahabat yang setia berada di dekatmu untuk mendengarkan ceritamu setiap harinya. Jika mereka sibuk dengan gadget mereka juga, apa salahnya untuk menyapa mereka duluan?

3.      Bantu dan perhatikan hal kecil di sekitarmu
Sibuk posting ini itu, heboh memberikan informasi disetiap jejaring sosial dan grup chatting, sampai tidak mau ketinggalan berita terkini, tetapi tidak memperhatikan orang dan hal-hal kecil di sekitar kita, itu cukup berbahaya loh. Sering bangetkan lihat orang main gadget terus jadi enggan waspada sama diri mereka sendiri? Itu karena mereka tidak memperhatikan hal kecil disekitar. Coba untuk membantu orang disekitar kita dan memperhatikan hal kecil mungkin menurut kamu hal biasa, tetapi jika hal itu kamu lakukan, akan sangat berpengaruh bagi orang yang kamu tolong dan sekitarnya.

4.      Benahi Dirimu
Mungkin tanpa gadget kamu akan lebih bisa melakukan hal positif lebih banyak lagi. Seperti berolahraga, membenahi kamar, membuat agenda apa yang ingin kamu capai untuk setahun ke depan, atau mulai lagi dengan hobimu yang sudah lama kamu tinggalkan sejak dulu.

Memang tidak semua hal yang ada di gadget memberikan dampak negatif terhadap hidup kita, bahkan jika kita bisa menggunakan gadget dengan baik dan benar, ia akan memberika dampak yang lebih baik dalam hidup kita.

Tetapi hidup bukan hanya tentang gadget kok, bukan hanya tentang seberapa tenar kamu di media sosial, seberapa banyak grup chat kamu di Whatsap atau Line, atau seberapa banyak teman yang menyukai postinganmu di Path, dan bahkan bukan pula seberapa keren hasil foto yang kamu unggah di Instagram.


Tapi hidup akan lebih indah jika kamu luangkan waktu untuk keluarga dan sahabat tanpa diganggu oleh gadget. Coba simpan gadgetmu untuk sehari, angkat kepalamu dan nikmati dunia bersama orang terkasih. 

Kamis, 22 September 2016

Hidup di Era Media Massa Saat Ini

Perkembangan media massa saat ini sangatlah pesat. Dimulai dari media cetak berupa surat kabar, media elektronik berupa radio dan televisi, dan pada era digital saat ini telah berkembang media online. Media elektronik berupa televisi, masih menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana informasi dan hiburan.

Perkembangan televisi di Indonesia cukup signifikan, sejak awal munculnya TVRI sebagai televisi pertama hingga sekarang banyak bermunculan televisi nasional. Banyaknya stasiun televisi yang ada, menjadikan program acara lebih beragam. Namun hal tersebut tidak diikuti dengan kualitas program acara yang ditayangkan, akibatnya banyak program yang kurang mendidik dan tidak memberikan dampak baik bagi penonton, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Seharusnya publik disuguhkan dengan program berita yang informatif, menarik, dan mendidik. Serta program hiburan yang juga edukatif dan inspiratif. Salah satu televisi yang menayangkan program acara tersebut adalah NET. Mengusung tag line ‘Televisi Masa Kini’ NET hadir dengan gaya lebih baru dan modern. Stasiun televisi yang berdiri sejak tahun 2012 ini dicetuskan oleh Wishnutama Kusubandio yang juga menjabat sebagai direktur utamanya.

Menjadi salah satu pendiri stasiun televisi di Indonesia sangat tidak mudah. Mas Tama panggilan akrabnya memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, lulusan Emerson Collage di Boston ini mendapat banyak ilmu komunikasi dan pertelevisian di kampus tersebut. Kemudian Ia melanjutkan pendidikannya di The Military College of Vermont, Norwich University serta memulai karier sebagai Production Assistant di New England Cable News Amerika Serikat serta kemudian menjadi Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston.

Kembali ke Indonesia Tama juga memulai kariernya dari bawah, yaitu menjadi kameramen di Indosiar. Kemudian Ia pindah ke Trans TV dan setelah melalui proses panjang Ia mendapatkan jabatan direktur utama di Trans TV dan Trans 7. Sampai pada saat ini Ia menjadi Co-Founder di NET. Semua itu merupakan hasil jerih payah yang Tama rintis sejak sekolah hingga saat ini.


Memiliki wawasan yang luas dan pendidikan yang tinggi merupakan dasar untuk bisa menjadi pemimpin perusahaan, khususnya dalam mendirikan perusahaan stasiun televisi nasional yang disaksikan jutaan pasang mata rakyat Indonesia. Menghadirkan tayangan yang inspiratif, kreatif, informatif sekaligus menghibur.